Cara Membuat Video Demo Aplikasi

Berdasarkan studi kami atas 1 juta+ video dari 280.000+ pengguna

Oleh Yao Ming, Founder4 menit baca
Jawaban singkat

Untuk membuat video demo aplikasi, rekam layar saat kamu menjalankan satu alur utama, upload rekamannya, lalu minta Otto memotong bagian loading dan menunggu, zoom ke bagian yang diklik, menambahkan teks penjelas per langkah, voice over dan musik latar. Buka dengan masalah yang diselesaikan aplikasinya, tutup dengan CTA untuk mencoba.

Hasil asli dari galeri template Videotto.

Pilih satu alur, bukan semua fitur

Demo yang mencoba menunjukkan semua fitur akhirnya tidak menunjukkan apa apa. Pilih satu alur yang paling sering dipakai pengguna, dari awal sampai hasil. Contoh dari pengguna Otto: aplikasi layanan yang menunjukkan cek harga, pilih layanan, pilih alamat, lalu waktu dan lokasi. Empat langkah, satu tujuan.

Kalau aplikasimu punya banyak fitur, buat beberapa video pendek, satu fitur per video. Lebih mudah ditonton dan lebih mudah dipakai ulang di iklan, landing page dan media sosial.

Sebelum merekam, tulis alurnya dalam satu kalimat: "pengguna membuka aplikasi, memilih layanan, lalu mendapat konfirmasi". Kalau tidak bisa diringkas dalam satu kalimat, alurnya terlalu panjang untuk satu video demo.

Struktur video demo

BagianIsiTips
MasalahKesulitan yang dirasakan penggunaSatu kalimat, bisa dengan wajah founder
Pembuka aplikasiTampilan pertama atau logoSingkat, maksimal dua detik
Langkah demi langkahAlur utama dengan zoomTeks penjelas per langkah
HasilApa yang didapat penggunaTahan sedikit lebih lama
CTAUnduh, daftar atau cobaTulis jelas, dengan link atau nama aplikasi

Buat dalam 5 langkah

  1. Rekam layar dengan bersih. Tutup notifikasi, pakai data contoh yang rapi, dan jalankan alurnya pelan. Bagian lambat nanti dipotong.
  2. Upload dan sebutkan langkahnya. Tulis urutan langkah yang harus terlihat di video, supaya Otto tahu bagian mana yang penting.
  3. Potong dan zoom. Minta bagian loading, menunggu dan salah klik dipotong, lalu zoom ke tombol atau angka yang sedang dibahas.
  4. Tambahkan teks dan suara. Teks penjelas singkat per langkah, voice over yang menjelaskan manfaat, dan musik latar yang ringan.
  5. Buat versi per platform. 16:9 untuk website dan YouTube, 9:16 untuk TikTok dan Reels dengan rekaman layar di tengah.

Tata letak demo untuk vertikal

Rekaman layar laptop berbentuk landscape, sedangkan TikTok dan Reels vertikal. Ada beberapa cara menaruh demo desktop di layar 9:16 tanpa terlihat kecil.

  • Zoom mengikuti aksi. Hanya bagian layar yang sedang dipakai yang ditampilkan, diperbesar memenuhi frame. Paling jelas untuk HP.
  • Layar di tengah, teks di atas dan bawah. Rekaman layar utuh di tengah, judul langkah di atas, caption di bawah. Cocok untuk tutorial.
  • Wajah di atas, layar di bawah. Founder atau presenter menjelaskan di bagian atas, rekaman layar di bawah. Terasa lebih personal.
  • Latar buram. Rekaman layar tidak penuh, dengan latar belakang buram dari layar yang sama. Rapi dan tidak ada ruang hitam.

Untuk aplikasi mobile, rekaman layar HP sudah vertikal, jadi bisa tampil hampir penuh. Tambahkan bingkai HP sederhana dan teks di sekitarnya supaya penonton tahu itu tampilan aplikasi, bukan HP mereka sendiri.

Prompt yang terbukti jalan

Diadaptasi dari permintaan asli pengguna Videotto ke Otto. Tempel di Otto bersama rekaman layarmu.

Tempel ke Otto
[upload rekaman layar]
Edit rekaman layar ini menjadi video demo aplikasi [nama aplikasi] berdurasi 30 sampai 45 detik.
Tampilan harus mencakup langkah ini, berurutan: [langkah 1], [langkah 2], [langkah 3], [langkah 4].
Potong saat pergantian tab dan semua bagian loading atau menunggu.
Zoom ke bagian yang sedang diklik atau dijelaskan.
Tambahkan teks penjelas singkat di setiap langkah dengan highlight kata penting.
Buka dengan masalah: "[masalah pengguna]". Tutup dengan CTA: "[ajakan]".
Musik latar ringan dan modern.

Versi pendek yang sering dipakai

  • "Cut to cut video ini supaya tampilannya mencakup aplikasi dibuka, cek harga, pilih layanan dan pilih alamat."
  • "Animasikan demo antarmuka produk saya, jangan pakai rekaman demo yang mentah."
  • "Gunakan rekaman layar sebagai B-roll untuk video how to, perbesar bagian yang dibahas."
  • "Tambahkan wajah saya berbicara di pojok, rekaman layar di tengah."

Kesalahan yang sering terjadi

  • Teks layar terlalu kecil. Tulisan di aplikasi tidak terbaca di HP tanpa zoom. Selalu perbesar bagian yang dibahas.
  • Data pribadi terlihat. Nomor telepon, email atau saldo asli bisa ikut terekam. Pakai akun contoh, atau minta bagian itu ditutup.
  • Demo tanpa alasan. Menunjukkan tombol tanpa menjelaskan manfaatnya. Mulai dari masalah yang diselesaikan.
  • Kursor yang ragu ragu. Gerakan mencari tombol bikin video terasa lambat. Potong bagian itu atau rekam ulang dengan lancar.

FAQ

Apa bedanya video demo dan video peluncuran?

Video demo menunjukkan cara kerja aplikasi langkah demi langkah. Video peluncuran lebih fokus pada rasa dan manfaat, dengan motion graphics dan musik yang lebih dramatis. Banyak tim membuat keduanya dari rekaman yang sama.

Apakah saya perlu tampil di kamera?

Tidak harus. Voice over dan teks sudah cukup. Tapi wajah founder di awal sering membuat demo terasa lebih personal.

Bisa membuat demo tanpa rekaman layar?

Bisa dengan screenshot. Upload beberapa screenshot berurutan dan minta Otto menganimasikannya dengan transisi dan zoom.

Berapa panjang video demo yang ideal?

Untuk media sosial, 30 sampai 60 detik. Untuk halaman website atau tutorial, boleh lebih panjang asal setiap langkah tetap padat.

Bisa menambahkan subtitle bahasa Inggris untuk demo?

Bisa. Minta teks penjelas dan subtitle dalam bahasa Inggris, atau buat dua versi dari rekaman yang sama untuk pasar lokal dan global.

Coba di video kamu sendiri

Buat video berikutnya dengan Otto

Ceritakan ke Otto apa yang kamu mau dengan bahasa sehari-hari. Otto memotong, memberi teks, dan menganimasikan videonya untuk kamu.