Editor Video AI untuk Agensi dan Freelance Editor

Berdasarkan studi kami atas 1 juta+ video dari 280.000+ pengguna

Oleh Yao Ming, Founder4 menit baca
Jawaban singkat

Editor video AI untuk agensi dan freelance editor membuat draf pertama dari footage klien: meniru gaya video referensi, memotong talking head dengan font dan warna brand, memasang logo klien, mengubah storyboard jadi video, dan menambahkan subtitle. Hasilnya ada di timeline, jadi kamu tetap bisa merapikan, merevisi, dan mengirim versi final ke klien.

Hasil asli dari galeri template Videotto.

Apa yang dikerjakan agensi dan freelance editor

Dari studi kami atas 1M+ video yang dibuat 280.000+ pengguna di Videotto, permintaan dari editor yang bekerja untuk klien punya pola yang jelas: klien mengirim video referensi dan berkata "bikin seperti ini." Sisanya adalah talking head untuk coach dan brand personal, video storytelling di balik layar, trailer, dan subtitle dalam jumlah banyak.

Nilai editor ada di keputusan kreatif dan revisi dengan klien. Memotong jeda, menyusun subtitle dan menempel logo di setiap video adalah pekerjaan yang bisa diserahkan ke Otto.

5 jenis pekerjaan klien dan prompt-nya

Diadaptasi dari permintaan asli editor ke Otto. Nama klien dan brand diganti kurung siku.

1. "Bikin seperti video ini"

Permintaan klien nomor satu. Upload footage klien dan video referensinya, Otto meniru tempo, framing, grafis dan efeknya, bukan isinya.

Tempel ke Otto
[upload footage klien] [upload video referensi]
Tiru video referensi yang saya lampirkan: grafis bergeraknya, temponya, framing dan efeknya.
Potong video saya dengan cara yang sama.
Tiru juga gaya tipografinya, lalu rapikan proporsi font supaya tetap terbaca di 9:16.
Transisi fade in seperti referensi.
Baca: cara meniru gaya editing video

Cara memberi referensi yang hasilnya paling mirip.

2. Talking head dengan brand guideline klien

Untuk klien coach, dokter atau brand personal, tulis aturan brand sekali dan pakai ulang di setiap video.

Tempel ke Otto
Edit video ini jadi video talking head 9:16, 1080 x 1920.
Font [Lato Bold atau Bebas Neue], pilih yang paling jelas terbaca. Warna utama [warna brand].
Potong jeda dan take gagal, jump cut yang rapi, zoom in dan zoom out yang dinamis.
Buat beberapa key text yang muncul sesuai isi pembicaraan.
Subtitle otomatis, logo [klien] kecil di pojok kanan atas sepanjang video.

3. Logo klien di banyak video

Pekerjaan kecil yang memakan waktu kalau dikerjakan manual. Otto bisa menghapus latar logo yang masih ada kotaknya.

Tempel ke Otto
Tambahkan logo [klien] yang saya upload di sepanjang video.
Hapus latar belakang logonya supaya hanya logonya yang tampil.
Posisi pojok kanan atas, ukuran kecil, tidak menutupi wajah atau subtitle.

4. Storyboard atau naskah jadi video

Untuk pitching atau konsep awal, ubah storyboard klien jadi video kasar yang bisa dipresentasikan sebelum produksi besar.

Tempel ke Otto
Buatkan video dari storyboard terlampir.
Ikuti urutan adegan dan teks di tiap panel. Durasi sekitar [detik], format [9:16 atau 16:9].
Pakai gambar AI atau footage stok untuk visual yang belum ada.
Tambahkan musik latar dan voice over AI dari naskah.

5. Storytelling di balik layar

Agensi juga butuh konten untuk dirinya sendiri: cerita pindah kantor, proses pitching, kehidupan tim. Jelaskan tujuan emosionalnya, bukan hanya potongannya.

Tempel ke Otto
Edit footage yang saya upload jadi video storytelling: "[judul cerita], Part 1".
Tujuan: buat penonton merasa dekat dengan orang dan proses di balik [nama agensi].
Susun jadi awal, konflik kecil, dan penutup yang mengarah ke Part 2.
Musik hangat, subtitle, color grading yang konsisten.

Draf AI, finishing manusia

Otto bekerja di timeline editor, bukan kotak hitam. Kamu bisa minta Otto hanya memasukkan footage mentah ke timeline lalu melanjutkan sendiri, atau sebaliknya: biarkan Otto membuat draf lengkap, lalu kamu yang memoles.

Serahkan ke OttoTetap dikerjakan editor
Potong jeda dan take gagalMemilih take terbaik dari sisi emosi
Subtitle dan koreksi typoKeputusan tempo dan ritme akhir
Logo dan watermark di semua videoRevisi bersama klien
Draf gaya dari referensiSentuhan khas yang membuat klien kembali
Beberapa versi hookMemilih versi yang dikirim

Prompt pendek yang sering dipakai editor

  • "Masukkan raw video yang ada di asset ke timeline, nanti saya lanjutkan editnya dari situ."
  • "Perbaiki suara dan transisinya, tambahkan sound effect dan backsound."
  • "Buat trailer dramatis, landscape, awalan bikin orang penasaran."
  • "Tambahkan subtitle di video ini."
  • "Hapus background-nya dan buat zoom in yang menarik."

“Tiru video referensi yang saya lampirkan: grafis bergeraknya, temponya, framing dan efeknya. Potong video saya dengan cara yang sama.”

Permintaan asli ke Otto, Sedikit disunting

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mengirim draf AI langsung ke klien. Tonton sampai habis. Cek nama, ejaan, logo dan klaim sebelum dikirim.
  • Referensi yang tidak jelas. "Bikin keren" tidak bisa ditiru. Video referensi plus dua atau tiga kata gaya jauh lebih efektif.
  • Brand guideline ditulis ulang tiap kali. Simpan satu blok prompt per klien berisi font, warna dan posisi logo, lalu tempel di setiap proyek.
  • Memakai aset tanpa lisensi. Pastikan musik, footage dan logo memang boleh dipakai untuk klien itu.

FAQ

Apakah Otto menggantikan editor?

Tidak. Otto mengerjakan bagian yang berulang dan membuat draf. Selera, revisi dengan klien dan keputusan akhir tetap di tangan editor.

Bisa mengerjakan banyak video klien sekaligus?

Bisa. Pakai prompt yang sama untuk tiap video supaya gaya, font dan logo konsisten di semua video klien.

Apakah hasilnya bisa diedit manual?

Bisa. Semua hasil Otto ada di timeline, jadi potongan, teks, grafis dan musik bisa kamu ubah satu per satu.

Bisa membuat versi 16:9 dan 9:16 dari satu proyek?

Bisa. Minta Otto me-reframe video ke rasio lain dengan pembicara tetap di frame.

Coba di video kamu sendiri

Buat video berikutnya dengan Otto

Ceritakan ke Otto apa yang kamu mau dengan bahasa sehari-hari. Otto memotong, memberi teks, dan menganimasikan videonya untuk kamu.