Editor video AI untuk agensi dan freelance editor membuat draf pertama dari footage klien: meniru gaya video referensi, memotong talking head dengan font dan warna brand, memasang logo klien, mengubah storyboard jadi video, dan menambahkan subtitle. Hasilnya ada di timeline, jadi kamu tetap bisa merapikan, merevisi, dan mengirim versi final ke klien.
Hasil asli dari galeri template Videotto.
Apa yang dikerjakan agensi dan freelance editor
Dari studi kami atas 1M+ video yang dibuat 280.000+ pengguna di Videotto, permintaan dari editor yang bekerja untuk klien punya pola yang jelas: klien mengirim video referensi dan berkata "bikin seperti ini." Sisanya adalah talking head untuk coach dan brand personal, video storytelling di balik layar, trailer, dan subtitle dalam jumlah banyak.
Nilai editor ada di keputusan kreatif dan revisi dengan klien. Memotong jeda, menyusun subtitle dan menempel logo di setiap video adalah pekerjaan yang bisa diserahkan ke Otto.
5 jenis pekerjaan klien dan prompt-nya
Diadaptasi dari permintaan asli editor ke Otto. Nama klien dan brand diganti kurung siku.
1. "Bikin seperti video ini"
Permintaan klien nomor satu. Upload footage klien dan video referensinya, Otto meniru tempo, framing, grafis dan efeknya, bukan isinya.
[upload footage klien] [upload video referensi] Tiru video referensi yang saya lampirkan: grafis bergeraknya, temponya, framing dan efeknya. Potong video saya dengan cara yang sama. Tiru juga gaya tipografinya, lalu rapikan proporsi font supaya tetap terbaca di 9:16. Transisi fade in seperti referensi.
Cara memberi referensi yang hasilnya paling mirip.
2. Talking head dengan brand guideline klien
Untuk klien coach, dokter atau brand personal, tulis aturan brand sekali dan pakai ulang di setiap video.
Edit video ini jadi video talking head 9:16, 1080 x 1920. Font [Lato Bold atau Bebas Neue], pilih yang paling jelas terbaca. Warna utama [warna brand]. Potong jeda dan take gagal, jump cut yang rapi, zoom in dan zoom out yang dinamis. Buat beberapa key text yang muncul sesuai isi pembicaraan. Subtitle otomatis, logo [klien] kecil di pojok kanan atas sepanjang video.
3. Logo klien di banyak video
Pekerjaan kecil yang memakan waktu kalau dikerjakan manual. Otto bisa menghapus latar logo yang masih ada kotaknya.
Tambahkan logo [klien] yang saya upload di sepanjang video. Hapus latar belakang logonya supaya hanya logonya yang tampil. Posisi pojok kanan atas, ukuran kecil, tidak menutupi wajah atau subtitle.
4. Storyboard atau naskah jadi video
Untuk pitching atau konsep awal, ubah storyboard klien jadi video kasar yang bisa dipresentasikan sebelum produksi besar.
Buatkan video dari storyboard terlampir. Ikuti urutan adegan dan teks di tiap panel. Durasi sekitar [detik], format [9:16 atau 16:9]. Pakai gambar AI atau footage stok untuk visual yang belum ada. Tambahkan musik latar dan voice over AI dari naskah.
5. Storytelling di balik layar
Agensi juga butuh konten untuk dirinya sendiri: cerita pindah kantor, proses pitching, kehidupan tim. Jelaskan tujuan emosionalnya, bukan hanya potongannya.
Edit footage yang saya upload jadi video storytelling: "[judul cerita], Part 1". Tujuan: buat penonton merasa dekat dengan orang dan proses di balik [nama agensi]. Susun jadi awal, konflik kecil, dan penutup yang mengarah ke Part 2. Musik hangat, subtitle, color grading yang konsisten.
Draf AI, finishing manusia
Otto bekerja di timeline editor, bukan kotak hitam. Kamu bisa minta Otto hanya memasukkan footage mentah ke timeline lalu melanjutkan sendiri, atau sebaliknya: biarkan Otto membuat draf lengkap, lalu kamu yang memoles.
| Serahkan ke Otto | Tetap dikerjakan editor |
|---|---|
| Potong jeda dan take gagal | Memilih take terbaik dari sisi emosi |
| Subtitle dan koreksi typo | Keputusan tempo dan ritme akhir |
| Logo dan watermark di semua video | Revisi bersama klien |
| Draf gaya dari referensi | Sentuhan khas yang membuat klien kembali |
| Beberapa versi hook | Memilih versi yang dikirim |
Prompt pendek yang sering dipakai editor
- "Masukkan raw video yang ada di asset ke timeline, nanti saya lanjutkan editnya dari situ."
- "Perbaiki suara dan transisinya, tambahkan sound effect dan backsound."
- "Buat trailer dramatis, landscape, awalan bikin orang penasaran."
- "Tambahkan subtitle di video ini."
- "Hapus background-nya dan buat zoom in yang menarik."
“Tiru video referensi yang saya lampirkan: grafis bergeraknya, temponya, framing dan efeknya. Potong video saya dengan cara yang sama.”
Permintaan asli ke Otto, Sedikit disunting
Kesalahan yang sering terjadi
- Mengirim draf AI langsung ke klien. Tonton sampai habis. Cek nama, ejaan, logo dan klaim sebelum dikirim.
- Referensi yang tidak jelas. "Bikin keren" tidak bisa ditiru. Video referensi plus dua atau tiga kata gaya jauh lebih efektif.
- Brand guideline ditulis ulang tiap kali. Simpan satu blok prompt per klien berisi font, warna dan posisi logo, lalu tempel di setiap proyek.
- Memakai aset tanpa lisensi. Pastikan musik, footage dan logo memang boleh dipakai untuk klien itu.
FAQ
Apakah Otto menggantikan editor?
Tidak. Otto mengerjakan bagian yang berulang dan membuat draf. Selera, revisi dengan klien dan keputusan akhir tetap di tangan editor.
Bisa mengerjakan banyak video klien sekaligus?
Bisa. Pakai prompt yang sama untuk tiap video supaya gaya, font dan logo konsisten di semua video klien.
Apakah hasilnya bisa diedit manual?
Bisa. Semua hasil Otto ada di timeline, jadi potongan, teks, grafis dan musik bisa kamu ubah satu per satu.
Bisa membuat versi 16:9 dan 9:16 dari satu proyek?
Bisa. Minta Otto me-reframe video ke rasio lain dengan pembicara tetap di frame.
Buat video berikutnya dengan Otto
Ceritakan ke Otto apa yang kamu mau dengan bahasa sehari-hari. Otto memotong, memberi teks, dan menganimasikan videonya untuk kamu.





