Editor Video AI untuk Tim Marketing Perusahaan dan B2B

Berdasarkan studi kami atas 1 juta+ video dari 280.000+ pengguna

Oleh Yao Ming, Founder4 menit baca
Jawaban singkat

Editor video AI untuk tim marketing perusahaan mengubah bahan yang sudah ada, seperti rekaman webinar, footage event dan video program, jadi konten pendek: teaser event per scene, klip edukasi untuk brand awareness, video program yang menarik untuk Gen Z, video internal dengan voice over AI, dan recap dari beberapa video, dengan subtitle dan gaya brand yang konsisten.

Hasil asli dari galeri template Videotto.

Apa yang dibuat tim marketing perusahaan

Dari studi kami atas 1M+ video yang dibuat 280.000+ pengguna di Videotto, permintaan dari tim perusahaan punya ciri khas: brief yang rapi dengan tujuan bisnis di baris pertama. "Meningkatkan brand awareness", "membangun brand authority di kategori kami", "membuat orang terpikat dengan program ini." Industrinya beragam: hotel dan wellness, travel dan visa, event dan kompetisi, logistik, asuransi, sampai K3.

Tulis tujuan bisnisnya, lalu biarkan Otto memilih momen dan gaya yang mendukung tujuan itu. Brief yang menyebut tujuan menghasilkan pilihan klip yang lebih tepat daripada "potong bagian yang bagus."

5 jenis video dan prompt-nya

Diadaptasi dari permintaan asli tim perusahaan ke Otto. Nama perusahaan, program dan acara diganti kurung siku.

1. Teaser event per scene

Untuk final kompetisi, launching atau gala, tulis konsep per detik. Otto mengikuti urutan scene dan teksnya.

Tempel ke Otto
[upload footage event]
Buat teaser Reels 9:16, 15 sampai 20 detik. Konsep utama: "[tagline event]".
Scene 1, 0 sampai 3 detik: close-up detail produk, slow motion. Teks: "[teks 1]".
Scene 2, 3 sampai 6 detik: tangan peserta bekerja, detail persiapan. Teks: "[teks 2]".
Scene 3, 6 sampai 9 detik: potongan cepat suasana acara, penonton, partner.
Penutup: nama event, tanggal dan lokasi. Musik sinematik yang membangun ketegangan.

2. Klip edukasi dari webinar untuk brand awareness

Rekaman webinar atau talkshow perusahaan berisi banyak jawaban ahli. Potong jadi klip yang menunjukkan keahlian brand di kategorinya.

Tempel ke Otto
[tempel link YouTube webinar]
Tujuan: membangun brand awareness dan brand authority [perusahaan] di kategori [kategori].
Buatkan potongan klip yang menunjukkan keahlian narasumber, satu pertanyaan umum per klip.
Durasi 30 sampai 60 detik, 9:16, subtitle otomatis.
Logo [perusahaan] kecil di pojok, CTA di akhir: "[teks CTA]".

3. Video program atau layanan untuk Gen Z

Hotel, kampus dan penyedia layanan sering perlu menjelaskan program yang terstruktur dengan cara yang tidak terasa seperti brosur.

Tempel ke Otto
Dari materi video yang saya upload, buatkan video untuk unggahan Instagram.
Angkat program [nama program]. Konsepnya: bukan sekadar liburan, tapi [nilai utama program].
Tunjukkan isi program satu per satu dengan teks singkat.
Buat orang terpikat, sesuai selera Gen Z: potongan cepat, musik yang sedang tren, subtitle besar.

4. Video internal atau K3 dengan voice over AI

Video keselamatan kerja, onboarding atau SOP butuh narasi yang jelas. Otto bisa membuat voice over AI dan menggantinya sampai nadanya pas.

Tempel ke Otto
Buat video keselamatan kerja 60 detik dari naskah ini: "[tempel naskah]".
Voice over AI perempuan, suara ringan, cerah, tempo perlahan dan humanis, tapi tetap tegas dan profesional.
Visual dari footage yang saya upload dan footage stok bila perlu.
Teks besar di poin penting, misalnya "STOP WORK" saat bagian itu dibacakan.

5. Recap dari beberapa video

Punya beberapa video kegiatan atau testimoni? Gabungkan jadi satu video pendek yang merangkum semuanya.

Tempel ke Otto
[upload 3 video kegiatan]
Buatkan 1 video yang merangkum ketiga video ini dalam 15 detik.
Tunjukkan kegiatan terpenting dari masing-masing video.
Tujuan: meningkatkan awareness tentang [program atau sosok].
Teks singkat, musik positif, logo di akhir.

Brief yang biasa kamu kirim ke agensi juga bekerja untuk Otto. Pastikan lima bagian ini ada.

BagianKenapa pentingContoh
Tujuan bisnisMenentukan momen yang dipilih"brand authority di kategori visa"
AudiensMenentukan tempo dan bahasa"Gen Z", "HR manager", "calon peserta"
Durasi dan formatSesuai platform"Reels 15 sampai 20 detik, 9:16"
Identitas brandKonsistensi"logo pojok kanan, warna [warna]"
Hal yang dilarangMenghindari revisi"tanpa klaim harga, tanpa tag akun lain"

Prompt pendek yang sering dipakai tim perusahaan

  • "Buatkan potongan klip dari video ini untuk meningkatkan brand awareness."
  • "Suaranya terlalu berat, ganti dengan suara yang lebih ringan dan informatif."
  • "Tambahkan motion graphics di seluruh video untuk menjelaskan produk kami."
  • "Buat teaser sinematik premium untuk acara kami."
  • "Bersihkan video dari jeda dan bagian kosong secara otomatis."

“Membuat semakin banyak orang mengenal brand kami sebagai brand yang punya keahlian di kategori ini. Buatkan potongan klip dari video ini.”

Permintaan asli ke Otto, Sedikit disunting

Kesalahan yang sering terjadi

  • Video yang terasa seperti brosur. Satu ide per video. Daftar fitur panjang lebih cocok di caption atau website.
  • Tidak ada tujuan di brief. Tanpa tujuan, klip yang terpilih hanya "bagus", bukan yang mendukung kampanye.
  • Persetujuan di akhir. Kirim draf pertama ke atasan atau legal lebih awal. Revisi di timeline cepat, revisi setelah posting tidak.
  • Memakai musik dan footage tanpa lisensi. Untuk akun perusahaan, pakai aset milik sendiri, footage stok, atau musik yang memang boleh dipakai.

FAQ

Apakah Otto cocok untuk akun LinkedIn perusahaan?

Cocok. Minta format 1:1 atau 16:9 untuk LinkedIn dan 9:16 untuk Reels dan TikTok dari bahan yang sama, dengan subtitle karena banyak orang menonton tanpa suara.

Bisa membuat video dalam bahasa Inggris untuk klien luar negeri?

Bisa. Videotto punya pengguna di 190 negara. Subtitle bisa diterjemahkan, dan voice over AI bisa dibuat dalam bahasa lain dari naskahmu.

Bagaimana menjaga gaya brand tetap konsisten?

Simpan satu blok prompt berisi logo, warna, font dan nada bahasa, lalu tempel di setiap proyek.

Apakah perlu tim editor khusus?

Tidak harus. Satu orang marketing bisa membuat draf dengan Otto dan merapikannya di timeline. Untuk kampanye besar, Otto mempercepat kerja tim kreatif yang sudah ada.

Coba di video kamu sendiri

Buat video berikutnya dengan Otto

Ceritakan ke Otto apa yang kamu mau dengan bahasa sehari-hari. Otto memotong, memberi teks, dan menganimasikan videonya untuk kamu.